Diduga Kabel Optik Telkom Dipasang Sembarangan, Tembok Rumah Warga di Sukau Terancam Roboh Dihantam Banjir



GK, Lampung Barat — Warga Pemangku Karya Jaya, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, dibuat resah akibat pemasangan kabel optik dan selang jaringan telekomunikasi yang diduga dilakukan secara asal-asalan di saluran drainase lingkungan setempat.

Kondisi tersebut disebut menjadi pemicu tersumbatnya aliran air saat hujan deras mengguyur wilayah itu. Sampah yang terbawa arus banjir tersangkut pada kabel dan selang jaringan yang melintang di saluran air, sehingga debit air meluap dan menghantam pondasi serta tembok rumah warga.

Akibat terjangan air yang terus berulang, dinding penahan rumah milik warga mulai mengalami keretakan cukup serius. Bahkan, sebagian struktur penyangga terlihat terkikis dan terancam ambrol apabila tidak segera ditangani.

“Kalau hujan deras, sampah nyangkut di kabel itu. Air jadi tertahan lalu menghantam tembok rumah. Sekarang sudah retak dan kami khawatir bisa roboh,” ujar salah seorang warga terdampak, Rabu (13/5).


Dari pantauan di lokasi, kabel optik dan perangkat sambungan jaringan tampak berada tepat di jalur aliran air. Material sampah dan lumpur terlihat menumpuk di sekitar kabel, memperparah penyumbatan drainase ketika debit air meningkat.

Warga menilai pemasangan jaringan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan lingkungan maupun dampak terhadap permukiman masyarakat. Mereka mempertanyakan pengawasan pihak terkait terhadap instalasi jaringan telekomunikasi di kawasan padat penduduk dan rawan banjir.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius maupun perbaikan permanen dari pihak penyedia layanan maupun instansi terkait. Padahal kondisi pondasi rumah warga semakin tergerus setiap kali hujan turun.

“Kalau dibiarkan terus, bukan cuma tembok yang rusak. Rumah bisa ikut ambruk karena pondasinya terus dihantam air,” kata warga lainnya.


Masyarakat meminta pihak Telkom maupun pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap jalur kabel optik yang dinilai membahayakan lingkungan sekitar. Warga juga mendesak adanya normalisasi drainase dan perbaikan struktur penahan tanah sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik pembangunan infrastruktur utilitas yang kerap mengabaikan tata ruang dan keselamatan warga. Di satu sisi jaringan telekomunikasi terus diperluas, namun di sisi lain potensi risiko terhadap lingkungan justru terkesan diabaikan.

Apabila tidak segera ditangani, warga khawatir bencana yang lebih besar sewaktu-waktu dapat terjadi, terlebih intensitas hujan di wilayah Lampung Barat masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. (Red)

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama