GK, Lampung Barat - Pekerjaan tambal sulam jalan yang diduga dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, hasil pengerjaan di ruas jalan Liwa - Oku Selatan di Kabupaten Lampung Barat itu dinilai tidak maksimal dan justru mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, permukaan jalan hasil tambal sulam tampak bergelombang dan menonjol di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat pengendara, khususnya sepeda motor, merasa tidak nyaman saat melintas karena sensasinya disebut menyerupai melewati polisi tidur.
“Baru sekitar tiga mingguan dikerjakan, tapi hasilnya sudah seperti ini. Kalau naik motor terasa menghentak karena tambalannya menonjol,” ujar salah seorang warga yang melintas, Rabu (7/5/2026).
Selain dinilai tidak rata, beberapa bagian tambalan juga terlihat mulai mengalami kerusakan dan berlubang meski usia pekerjaan belum genap satu bulan. Hal itu memunculkan pertanyaan masyarakat terkait kualitas pengerjaan proyek pemeliharaan jalan tersebut.
Warga juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek saat proses pengerjaan berlangsung. Padahal, papan informasi dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan kepada publik mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, hingga pihak pelaksana kegiatan.
“Waktu dikerjakan kemarin tidak ada papan proyek. Masyarakat jadi tidak tahu ini pekerjaan siapa, anggarannya berapa, dan target pekerjaannya seperti apa,” keluh warga lainnya.
Kondisi jalan yang tidak rata itu dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat hujan turun. Pengguna jalan berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar jalan kembali nyaman dan aman dilalui.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BMBK Provinsi Lampung terkait keluhan masyarakat atas hasil tambal sulam jalan tersebut. (Red)
