Bandar Lampung — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyemarakkan rangkaian Dies Natalis ke-58 melalui kegiatan karnaval dan muhibah seni multikultural, Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan sivitas akademika serta mitra sekolah.
Mengusung tema “Pesona Sai Bumi Ruwai Jurai”, karnaval menampilkan kekayaan seni dan budaya Lampung dalam nuansa multikultural yang sarat nilai edukasi dan kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan penjemputan Rektor Unila, yang kemudian disambut melalui Tari Penyambutan “Lembayung Sekala” yang dibawakan oleh siswa SMA YP Unila. Penampilan tersebut membuka kemeriahan panggung seni yang menampilkan berbagai karya budaya daerah.
Suasana semakin semarak melalui penampilan Tari Tiyuh Pattani yang dibawakan oleh Sanggar Sagala Ratu dari SD Negeri 3 Labuhan Ratu. Tarian ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat Lampung Barat sebagai salah satu daerah penghasil kopi. Gerakan tari menggambarkan keceriaan anak-anak saat membantu orang tua memanen kopi dengan menggunakan properti tangga dan kinjar.
Selanjutnya, penampilan Tari Babekh dari SMA Negeri 1 Kedondong turut memukau penonton. Tarian ini memvisualisasikan aktivitas masyarakat dalam mengangkat, mengangkut, hingga membangun nuwo atau rumah adat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Pesawaran yang menjunjung tinggi nilai gotong-royong dan kerja kolektif.
Kemeriahan acara dilanjutkan dengan fashion show busana adat Lampung yang menampilkan keindahan ragam pakaian tradisional, mulai dari busana adat Pesisir (Saibatin) hingga busana adat Pepadun. Peragaan tersebut memperlihatkan kekayaan identitas budaya Lampung sekaligus merefleksikan nilai-nilai sosial yang melekat pada setiap busana adat.
Tidak hanya menampilkan budaya lokal, panggung muhibah seni juga menghadirkan semangat kebhinekaan melalui kolaborasi berbagai seni pertunjukan lintas disiplin. Setiap penampilan dirancang sebagai media edukasi kultural sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi mahasiswa dan pelajar.
Sebagai penutup, Program Studi Seni Tari dan Program Studi Seni Musik Unila mempersembahkan karya kolaboratif bertajuk “Echo Nusantara.” Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan gerak dan bunyi yang menelusuri keragaman budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke dalam satu harmoni panggung.
Melalui karnaval dan muhibah seni multikultural ini, FKIP Unila tidak hanya merayakan usia ke-58, tetapi juga meneguhkan komitmennya dalam melestarikan budaya, memperkuat kolaborasi pendidikan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman seni dan budaya Nusantara.
