Lampung – Komitmen pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari praktik perjudian daring mendapat dukungan inovatif dari kalangan akademisi. Seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) berhasil menghadirkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu pengawasan konten ilegal di Indonesia.
Mahasiswa Fakultas Teknik Unila, Zaka Kurnia Rahman, mengembangkan sistem Artificial Intelligence (AI) bernama GATE System yang kini diimplementasikan di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi).
Inovasi tersebut hadir di tengah maraknya penyebaran konten judi online yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
GATE System dirancang menggunakan teknologi mutakhir untuk mendeteksi ribuan domain dan konten mencurigakan secara otomatis. Dengan sistem ini, proses verifikasi, analisis, hingga pemutusan akses dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi kunci penting dalam menghadapi perkembangan kejahatan siber yang semakin kompleks dan dinamis.
Menurutnya, GATE System menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap persoalan bangsa, sekaligus sejalan dengan langkah strategis pemerintah dalam memberantas judi online. Ia menyebutkan, sejak Oktober 2024 hingga September 2025, pemerintah telah menangani lebih dari 2,17 juta konten judi, dengan mayoritas berasal dari situs dan alamat IP yang terindikasi melanggar hukum.
Zaka menjelaskan, GATE System mengintegrasikan teknologi Natural Language Processing (NLP) dan visi komputer (computer vision) untuk mengenali pola-pola khusus yang kerap digunakan situs judi online guna menghindari sistem sensor konvensional.
Sistem ini juga mampu melakukan pembelajaran berkelanjutan (machine learning) sehingga tingkat akurasi deteksi semakin meningkat seiring waktu.
Ia menegaskan, tujuan utama pengembangan sistem ini adalah meningkatkan efisiensi pengawasan digital.
Dengan volume konten negatif yang mencapai jutaan setiap tahunnya, diperlukan sistem otomatis yang mampu melakukan penyaringan awal secara presisi sebelum ditindaklanjuti oleh tim teknis.
Keberhasilan implementasi GATE System diharapkan menjadi model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung proyek-proyek nasional berbasis teknologi. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Unila sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan inovator teknologi berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Pemerintah melalui Komdigi juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur pengawasan ruang digital. Inovasi berbasis AI seperti GATE System diproyeksikan menjadi elemen vital dalam menjaga ekosistem digital Indonesia tetap aman, sehat, dan produktif, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak negatif praktik perjudian daring.
