10 Tahun Bertahan di Lahan Sempit, SMAN 1 Lumbok Seminung Menanti Perhatian Pemerintah



Lampung Barat, Gariskomando.com – Di balik indahnya bentang alam Kecamatan Lumbok Seminung yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lampung Barat, tersimpan kisah perjuangan sebuah sekolah negeri yang selama satu dekade terus bertahan di tengah keterbatasan.

SMAN 1 Lumbok Seminung, yang berdiri sekitar 10 tahun lalu, hingga kini masih harus menjalankan proses belajar mengajar di atas lahan seluas sekitar 1 hektare. Luasan tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, terutama keberadaan lapangan sebagai ruang bagi siswa mengembangkan bakat, prestasi, dan karakter.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Selain membatasi aktivitas olahraga dan ekstrakurikuler, keterbatasan fasilitas juga dinilai memengaruhi minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Lumbok Seminung.

Hal itu tercermin dari jumlah peserta didik baru yang diterima tahun ajaran ini sebanyak 38 siswa kelas X, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 48 siswa.

Kepala SMAN 1 Lumbok Seminung, Riza Uldin, S.Pd., mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik meski berada dalam berbagai keterbatasan.

"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap kebutuhan pengembangan sekolah, khususnya penambahan lahan dan pembangunan lapangan. Fasilitas tersebut sangat penting untuk menunjang prestasi siswa sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anaknya di sini," ujarnya. Selasa (30/6/2026).

Di tengah segala keterbatasan, SMAN 1 Lumbok Seminung justru mampu menghadirkan inovasi yang jarang dimiliki sekolah lain. Sekolah ini mengembangkan program kewirausahaan melalui budidaya alpukat yang dikelola bersama warga sekolah.

Hasil dari kebun alpukat tersebut mulai memberikan manfaat bagi pembangunan sekolah dan membantu memenuhi sebagian kebutuhan yang belum mampu ditopang oleh dana operasional.

"Kalau hanya mengandalkan dana yang ada, tentu belum cukup untuk membiayai operasional dan pembangunan sekolah. Karena itu kami berinisiatif mengembangkan budidaya alpukat sebagai sumber pendukung," kata Riza.

Program tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Namun, semangat dan kreativitas tentu membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai agar potensi siswa dapat berkembang secara maksimal.

Memasuki usia satu dekade, harapan besar kini tertuju pada perhatian pemerintah dan para pemangku kebijakan. Penambahan lahan serta pembangunan lapangan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi bagi masa depan generasi muda di Kecamatan Lumbok Seminung.

Di tengah kawasan yang kaya akan potensi wisata alam, SMAN 1 Lumbok Seminung masih terus berdiri, mendidik, berjuang, dan berharap. Harapan agar setiap siswa memiliki ruang yang layak untuk belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita, tanpa harus dibatasi oleh sempitnya lahan yang mereka miliki. (Red)

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama