FK Unila Ulas Neurotrauma Terkini di Era Pandemi FK Unila Ulas Neurotrauma Terkini di Era Pandemi
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

FK Unila Ulas Neurotrauma Terkini di Era Pandemi



GK, Bandar Lampung - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) mengundang spesialis bedah syaraf Prof. Ahmad Fareid mengulas ilmu bedah syaraf terkini di era pandemi Covid-19. Webinar yang berlangsung hibrid, Kamis, 10 Maret 2022 ini menghadirkan narasumber yang juga merupakan putra daerah Kota Bumi, Lampung Utara.

Untuk diketahui, Prof. Dr. dr. Ahmad Fareid, Sp.BA(K)., Ph.D., FICS., merupakan ilmuwan sekaligus klinisi ilmu bedah saraf dan neurosains dari FK Unpad–RSHS, Bandung. Ia meraih gelar Ph.D dari Gunma University, Jepang, dan melanjutkan posdoktoral dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) di universitas yang sama.

“Seminar ini sangat menarik karena menghadirkan putra daerah asal Lampung. Pada tahun 2010 beliau cukup tenar karena mengenalkan metode tempel jaringan syaraf di Indonesia,” ujar Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.

Selain mengenalkan teknik bedah syaraf terkini di era pandemi, lanjut Asep Sukohar, seminar itu membuka peluang pengembangan FK Unila ke depan, salah satunya membangun program studi bedah syaraf.

Pada bagian lain Dekan FK Unila Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar RW, S.K.M., M.Kes., menjelaskan, webinar ini merupakan sarana penunjang pengembangan ilmu pengetahuan kedokteran diharapkan dapat dimanfaatkan para mahasiswa kedokteran, dokter umum, dan dokter spesialis, guna tetap update terhadap perkembangan ilmiah terbaru.

“Ini berguna untuk menjaga wawasan ilmiah sekaligus meningkatkan kompetensi baik dalam konsep epidemiologi, patofisiologi, diagnosis terapi, dan preferensi berbagai penyakit,” kata dia.

Ada pun pemilihan tema Neurotrauma Management at Pandemic Covid-19 menurutnya karena kasus keadilan dan angka populasi kasus di Indonesia cukup tinggi. Hal ini juga menjadi isu nasional yang strategis untuk diikuti dan di kembangkan.

Narasumber lainnya pada webinar hari ini menghadirkan dr. Muhamad Yunus, Sp.BS., dan dr. Bambang Eko Subekti, Sp., An., KNA. Kegiatan turut dihadiri perwakilan RSUD Abdul Moeloek, para wakil dekan, ketua prodi, dan dosen di lingkungan Unila. [Sur]

Posting Komentar

0 Komentar