Polsek Tanjung Karang Timur Amankan Tiga Orang “Pak Ogah Polsek Tanjung Karang Timur Amankan Tiga Orang “Pak Ogah
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Garis Komando

Polsek Tanjung Karang Timur Amankan Tiga Orang “Pak Ogah


GK, Lampung -
Polsek Tanjung Karang Timur Polresta Bandar Lampung mengamankan tiga orang pria “Pak Ogah” berinisial RY (32), IF (23) dan RP (19) yang kerap melakukan pungutan liar (Pungli) pada pengendara di sepanjang jalan gajah mada dan jalan antasari dimana Tindakan para pak ogah meresahkan masyarakat karena menggganggu ketertiban dan kenyamanan berlalu lintas.

Selain itu Atas tindakannya, para pria itu meminta uang kepada pengemudi kendaraan roda empat.

"Kami mengamankan tiga orang yang diduga pelaku pungli atau dikenal dengan Pak Ogah. Pelaku sering memberi jalan di sepanjang jalan gajah mada dan jalan antasari," ujar Kapolsek Tanjung Karang Timur Kompol Doni Arianto, S.I.K., Rabu (2/11/2022).

Para pria tersebut dibawa ke Polsek Tanjung Karang Tiur Polresta Bandar lampung, dari tangannya diamankan uang Rp 7.000 sebagai barang bukti. Uang itu merupakan hasil pungutan terhadap pengendara yang melewati perputaran Jalan Pangeran antasari tepatnya di depan Bank BRI.

Tindakan mereka diketahui dari laporan masyarakat dimana para pak ogah  sangat menggangu kenyamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas serta terkadang mereka memukul kendaraan jika tidak memberi uang ketika dibantu ketika memutarkan kendaraan.

Penertiban preman ini juga merupakan tindak lanjut program Quick wins presisi yang dikeluarkan Kapolri dimana Melakukan pencegahan dan penindakan terhadap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat .

Kompol Doni menyebutkan, penertiban terhadap aksi premanisme akan terus dilakukan "Kita ingin masyarakat tidak resah dengan keberadaan para pak ogah," tegasnya.[Melati]

Posting Komentar

0 Komentar