GK Lampung Barat - Warga Sukau gaduh, terutama kaum emak-emak disebabkan oleh susahnya mendapat penyediaan gas Elpiji 3 kg. Banyak juga yang mengeluhkan mahalnya gas Elpiji 3 Kg itu hingga mencapai Rp. 45 ribu pertabung. Jumat (13 Maret 2026)
Kelangkaan dan mahalnya gas Elpiji 3 Kg di Kecamatan Sukau Lampung Barat, menjadi jeritan dan perbincangan hangat warga net di akun Facebook.
Dalam unggahan dan interaksinya di Facebook warga menyebut mendapati tabung gas elpiji 3 Kg dengan harus mengkocek uang sebesar Rp. 45 ribu, dan ada juga yang menawarkan dengan harga Rp. 40 ribu tidak bisa kurang, karena menurutnya modal yang ia dapat untuk memperoleh tabung gas melon itu seharga Rp. 35 ribu.
Kegaduhan itu hingga kini belum teratasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, saat dikonfirmasi via WhatsApp Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Koperindag) Lampung Barat, Heriyanto memastikan bahwa jadwal kedatangan tabung gas elpiji 3 kg sesuai jadwal dan stok tidak berkurang.
"Sebenarnya kedatangan gas elpiji ke agen masih sesuai jadwal, setiap 3 hari sekali telatnya 4 hari pasti datang. Jumlahnya pun tidak berkurang, cuma karena kegaduhan di masyarakat takut tidak kebagian tabung gas sehingga mungkin ada yg mulai nyetok sampai 2-3 tabung. Ditambah lagi meningkatnya pemakaian, karena mau lebaran, hal demikian bisa menyebabkan kurangnya setok kebutuhan dari biasanya," jelas Heriyanto.
Heriyanto juga meminta masyarakat tidak perlu gaduh, agar semua berjalan seperti biasa setok dan harga pun normal. Karena mulai dari hari Senin mendatang setiap distributor mendapat penambahan vakultatif sebanyak minimal 50 tabung dan maksimal 80 tabung, untuk mengantisipasi peningkatan pemakaian tabung gas elpiji 3 kg di rumah tangga.
"Justru jika gaduh, akan membuat masyarakat lain khawatir, akibatnya ada yang mulai nyetok lebih dari biasanya di rumah mereka. Mulai Senin nanti sudah ada penambahan pada setiap distributor 50 sampai 80 tabung, jadi harap tetap tenang. Kami akan tetap memantau agar semua tetap stabil," kata Kabid Perdagangan Heriyanto.
Kabid Perdagangan Dinas Koperindag Lampung Barat juga meminta kepada distributor untuk tidak melayani warung, dan menjual langsung kepada masyarakat. Dengan demikian diharapkan tidak ada yang memainkan melebihi harga eceran tertinggi (HET).
"HET di Sukau masih Rp. 20 ribu. Distributor itu harusnya jangan jual ke warung, langsung ke masyarakat jadi tidak akan terjadi harga yang melonjak mahal, dan kebutuhan masyarakat pasti terpenuhi," tutupnya. (Red)
