Empat Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Ringkus Polresta Tangerang Empat Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Ringkus Polresta Tangerang
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Empat Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Ringkus Polresta Tangerang


GK, Lampung -
Kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang berhasil di ungkap oleh Jajaran Polresta Tangerang.

Pelaku yang berhasil diamankan berjumlah empat orang berinisial R, RI JW dan PR yang merupakan warga Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan masyarakat. Dimana, di sebuah kontrakan terdapat banyak jeriken berisi 

"Setelah diselidiki, ternyata tempat tersebut merupakan lokasi penimbunan BBM yang dilakukan oleh para pelaku," katanya, Jumat (2/9).

Romdhon menjelaskan, para pelaku tersebut menimbun BBM dari SPBU dengan cara memodifikasi kendaraan roda empat dan menggunakan sepeda motor bertanki besar.

"Sekarang kan tidak boleh membeli BBM di SPBU menggunakan jeriken. Jadi mereka menggunakan sepeda motor dan mobil kemudian di sedot menggunakan selang dipindahkan melalui  jerigen," ungkapnya.

Untuk itu, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM bersubsidi dan jika mengetahui adanya penimbunan, segera laporkan kepada pihak Kepolisian.

"Jika mengetahui adanya kasus penimbunan seperti ini segera laporkan kepada kami," pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keempat tersangka disangkakan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara," pungkasnya.[Melati]

Posting Komentar

0 Komentar