TNI AL dari Lanal Lampung, Gagalkan Upaya Penyelundupan Benur Lobster di Lampung TNI AL dari Lanal Lampung, Gagalkan Upaya Penyelundupan Benur Lobster di Lampung
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Garis Komando

TNI AL dari Lanal Lampung, Gagalkan Upaya Penyelundupan Benur Lobster di Lampung


Bandar Lampung - TNI AL kembali menggagalkan penyelundupan ratusan ribu ekor benur atau baby lobster di Terbanggi Besar Lampung Tengah, Lampung, Senin (17/05/21) pagi.

Penangkapan tersebut berawal informasi yang diterima oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung, yang kemudian ditindaklanjuti oleh personel Lanal dengan melakukan penyekatan di Pintu Tol Terbanggi Besar Lampung Tengah.

Komandan Lanal Lampung, Kolonel Laut (P) Nuryadi mengatakan, pada Senin pagi, pihaknya mencurigai kendaraan roda empat jenis truk engkel di sekitar lokasi penyekatan.

"Pagi tadi, sekitar pukul 04.55 WIB terpantau adanya kendaraan roda empat jenis truk engkel yang berada di lokasi lahan kosong sekitar pintu masuk Tol Terbanggi Besar Lampung Tengah," kata Nuryadi dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021).

Prajurit Lanal Lampung kemudian memeriksa kendaraan tersebut dan mendapati 20 kotak yang disinyalir berisi benur lobster.

Kemudian benur lobster itu dibawa ke Mako Lanal Lampung Panjang guna penyelidikan lebih lanjut.

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid mengungkapkan, negara berpotensi mengalami kerugian ratusan miliar rupiah apabila penyelundupan benur tersebut tidak digagalkan.

“Jika kita berasumsi ratusan ribu benur lobster tersebut tumbuh menjadi besar maka dapat kita bayangkan berapa banyak potensi kerugian negara yang diakibatkan oleh upaya penyelundupan benur atau baby lobster ini,” ungkap Laksda TNI Abdul Rasyid.

Nantinya, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Lampung akan melepas kembali benur lobster tersebut ke laut.

Kepala BKIPM Lampung, Rusnanto, mengatakan, 20 kotak yang diamankan TNI AL berisi 178.692 benur lobster yang terdiri dari benur jenis pasir, mutiara dan jambrong.

Rusnanto memprediksi total keseluruhan nilai benur tersebut sebesar ratusan miliar rupiah. | Pin/Nnd

Posting Komentar

0 Komentar