TANGGAMUS – Udara di Kabupaten Tanggamus terasa lebih khidmat dari biasanya. Di bawah langit awal tahun, sebanyak 4.193 putra-putri daerah berkumpul dengan degup jantung yang seragam. Bukan sekadar seremoni, hari itu adalah muara dari pengabdian panjang yang selama ini hanya bersandarkan pada secarik harapan. Jumat (2/01/2026)
Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., melangkah ke podium untuk menyerahkan Petikan SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Formasi Tahun 2025. Di hadapannya, ribuan wajah menatap dengan mata berkaca-kaca—sebuah komposisi wajah yang merepresentasikan dedikasi belasan hingga puluhan tahun sebagai tenaga honorer.
Menenun Harapan di Atas Pengabdian
Dalam sambutan yang sarat akan rasa syukur, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa para penerima SK bukan sekadar pekerja baru, melainkan keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah lama menjadi tulang punggung daerah.
"Kalian adalah putra-putri Tanggamus yang setia dan loyal. Di pundak kalian, roda pemerintahan ini berputar," ujar beliau dengan nada yang tenang namun berwibawa.
Data menunjukkan, formasi tahun ini didominasi oleh Tenaga Teknis sebanyak 2.776 orang, disusul Tenaga Guru 953 orang, dan Tenaga Kesehatan 464 orang. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol kehadiran negara di sektor-sektor vital kehidupan masyarakat Tanggamus.
Antara Profesionalisme dan Kesabaran
Meski kegembiraan membuncah, sang Bupati tidak menafikan realita. Dengan kejujuran yang transparan, beliau menyentuh aspek kesejahteraan yang saat ini masih dalam tahap pembenahan finansial daerah. Namun, pesan yang disampaikan bukanlah sebuah keluhan, melainkan ajakan untuk berjalan beriringan dalam "Budaya Kerja Jalan Lurus."
"Seorang ASN sejati adalah mereka yang kepuasan kerjanya tidak diukur dari angka di atas kertas gaji, melainkan dari senyum masyarakat yang terlayani," tuturnya puitis.
Beliau menekankan nilai BerAKHLAK sebagai jangkar moral bagi setiap langkah aparatur di Bumi Begawi Jejama.
Menuju Masa Depan Digital yang Berintegritas
Di tengah suasana haru, terselip mandat tegas bagi para abdi negara baru ini: menjauhi narkoba, memerangi korupsi, dan adaptif terhadap teknologi. Bupati menginginkan perubahan yang luar biasa, yang hanya bisa lahir dari kerja-kerja yang melampaui batas kewajaran.
Acara ditutup dengan doa yang mengalun syahdu, menandai babak baru bagi ribuan pegawai paruh waktu tersebut. Mereka pulang tidak hanya membawa selembar kertas SK, tetapi juga memanggul martabat untuk melayani tanah kelahiran dengan hati yang lebih tenang.
