Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung



GK, Bandar Lampung - Demo yang sedang berlangsung siang ini hampir 5.000-an mahasiswa tertahan di depan pintu gerbang masuk kawasan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Lampung. Mereka berusaha menjebol kawat berduri dan water road barier dengan mobil komando aksi.

Seorang koordinator aksi lewat pengeras suara mengatakan: Di depan kita, pertama kali dalam sejarah, mahasiswa turun dihadapkan bukan dengan manusia, tapi dengan kawat berduri kawan-kawan.

Dikutip dari PosKota Lampung, hingga pukul 12.00 WIB, mahasiswa terus berusaha menjebol kawat berduri pintu gerbang komplek perkantoran Pemprov Lampung agar bisa melakukan aksi dan orasi di halaman depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.


Di lokasi, semua akses jalan masuk halaman Kantor Gubernur dan DPRD Lampung, di pintu gerbangnya, dari arah Jl. Wolter Mongonsidi maupun dari arah Jl. Jaksa Agung Suprapto dipasang kawat berduri dan water road barier.
Para petugas kepolisian serta Pol PP Provinsi Lampung berjaga-jaga di sepanjang jalan menuju Kantor Gubernur dan DPRD Lampung. Sejumlah petugas PMI juga sudah siaga di lokasi.

Panasnya terik matahari, sekitar 6 mahasiswi tumbang akibat kelelahan.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) sejak sepekan lalu menyiapkan aksi yang rencana hingga pukul 16.00 WIB. Mereka bahkan ada yang datang dari luar Kota Bandarlampung.


Dalam pernyataan AML, DPRD dan Gubernur Arinal Djunaidi tidak hadir, mereka sepakat mengultimatum dalam tiga hari akan ada masa aksi yang lebih besar.

Data yang dilansir dari Lampung.poskota.co.id, bahwa akan ada 4.852 Mahasiswa yang turun ke jalan, seperti: UIN 300 mahasiswa, Polinela 300, Elemende 25, Pelita 30, Ikabb SMI 50, Dn 35, Malahayati 350, BEM FH Unila 150, BEM FK Unila 10, BEM FMIPA Unila 100, Poltekkes Tjk 50, BEM UBL 150, FEB Unila 150, Umitra 100, STKIP PGRI : 250, BEM FT Unila 101, BEM FKIP Unila : 51, BEM Darmajaya 100, HMI MPO Cab. BDL 50, TB Lampung 100, ABP Pringsewu 100, UML 150, KM Itera 500, KMMI 50, GMNI 150, ADI 100, KM Teknokrat 200, MPU Tulang Bawang 50, IMM 50, PMII 300, PM OKUS 10 mahasiswa. Total ada sekitar 4.852 mahasiswa dan ditambah dari ketergabungan ratusan ojek online (Ojol) Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, keadaan terlihat kondusif, mahasiswa masih berusaha negosiasi membuka kawat berduri. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar