Aktivitas Pabrik Alferum Berdampak pada Masyarakat, Kenyamanan Bahkan Kesehatan Jadi Terganggu (Part 1) Aktivitas Pabrik Alferum Berdampak pada Masyarakat, Kenyamanan Bahkan Kesehatan Jadi Terganggu (Part 1)
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Aktivitas Pabrik Alferum Berdampak pada Masyarakat, Kenyamanan Bahkan Kesehatan Jadi Terganggu (Part 1)



GK, BANDAR LAMPUNG - Warga Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, mengeluhkan dampak dari aktivitas pabrik Alferum yang terletak di RT. 13, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Keluhan warga masyarakat tersebut bukan tanpa alasan, dimana akibat dari aktivitas usaha peleburan besi dan aluminium tersebut menimbulkan polusi udara, suara bising dan limbah industri yang dibuang ke aliran sungai.

Hal tersebut disampaikan beberapa perwakilan warga masyarakat RT. 17, LK 1, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, kepada tim media, Minggu (17/04/2022).

Menurut salah seorang warga berinisial (AN), bahwa dampak dari aktivitas pabrik Alferum tersebut sangat mengganggu kenyamanan, bahkan mengganggu kesehatan.

"Kami mengeluhkan dari aktifitas pabrik ini karena menimbulkan debu, bau dan berisik, bahkan saya tidak bisa tidur siang," ujarnya.

Dan dampak lain menurut AN, "Bahkan yang saya alami secara pribadi, terjadinya perubahan pada suara saya yang sekarang sember, dan itu sudah alami sejak tiga tahun lalu," katanya.


Hal ini juga AN telah mengeluhkan dan melaporkan dampak tersebut kepada pihak aparatur kelurahan setempat, "Saya juga mengeluhkan dan melaporkan hal ini kepada aparatur kelurahan, dan katanya pemilik pabrik sudah dipanggil, namun tindak lanjut nya saya tidak tahu," imbuhnya.

Dilain pihak, menurut pengakuan Jordan selaku pengelola pabrik Alferum, mewakili Suntono (orang tuanya), "Selama kurang lebih dua belas tahun pabrik ini beraktifitas, belum pernah ada komplen dari masyarakat sekitar. baru dua bulan ini ada beberapa warga yang kurang nyaman dengan adanya kegiatan pekerjaan ditempat produksi saya," ujarnya.

Bahkan menurut Jordan, "Untuk keamanan kami sudah berkoordinasi dengan ketenaga kerjaan kota, lingkungan hidup, dan segala bentuk persyaratan, NIB, SIUP, SITU, sudah ready semua, bukan yang bodong," jelasnya.

Terkait dampak dari berdiri dan aktivitas pabrik Alferum itu, masyarakat sekitar mengharapkan instansi terkait meninjau pabrik peleburan aluminium tersebut. (Tim)

Posting Komentar

0 Komentar