Bidhumas Polda Banten Ikuti Anev Dinamika Menghadapi Pemilu 2024 Bidhumas Polda Banten Ikuti Anev Dinamika Menghadapi Pemilu 2024
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Bidhumas Polda Banten Ikuti Anev Dinamika Menghadapi Pemilu 2024


GK, Serang - Bidhumas Polda Banten mengikuti zoom meeting Divisi Humas Polri terkait   anev dinamika menghadapi Pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang semakin panas  di Ruang Kabidhumas Polda Banten pada Senin (19/08).

Pada kegiatan kali ini diikuti oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten AKBP Meryadi, Kasubbid PID Bidhumas Polda Banten Kompol AT Gunawan dan Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Banten Pembina TK I drg. Hasan.

Dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh KaroPID Divisi Humas Polri Brigjend Pol Moh Hendra Suhartiyono dan Karomulmed Divisi Humas Polri Brigjen Pol Drs. Muharrom Riyadi.

Hendra mengatakan kegiatan kali ini membahas tentang anev dinamika menghadapi Pemilu 2024 yang semakin panas dan juga isu-isu yang tranding. "Kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas dinamika menghadapi Pemilu 2024 yang semakin panas dan juga dalam sebulan terakhir terdapat 5 isu tranding yaitu isu Brigadir J, isu G20, isu Pemilu 2024, isu Pemekaran Papua, dan isu kenaikan BBM," ucap Hendra.

Terakhir Hendra menyampaikan atensi dari Kadiv Humas Polri Irjen Pol Prof Dr. Dedi Prasetyo. "Agar para Kabidhumas dan jajaran meningkatkan pemantauan dan melakukan analisa mendalam setiap isu dikaitkan dengan tahapan Pemilu 2024 dan segera lakukan langkah mitigasi terhadap isu terkait pelanggaran anggota Polri (terutama di Media Sosial dengan akun pribadi bahkan akun resmi) juga hindari adanya perubahan Isu lokal menjadi isu nasional akibat proses polarisasi pandangan politik masyarakat," tutup Hendra. [Rls/icha]

Posting Komentar

0 Komentar