Wakapolda Lampung Pimpin Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2021 Wakapolda Lampung Pimpin Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2021
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Garis Komando

Wakapolda Lampung Pimpin Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2021


Bandar Lampung -
 Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto, pimpin Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2021, yang di laksanakan pada Senin (20/9/2021) pagi. 

Pada kegiatan gelar pasukan yang dilaksanakan di Lapangan Saburai Bandar Lampung tersebut, turut hadir Forkopimda Provinsi/Kota Bandar Lampung serta Pejabat dari TNI dan Pejabat Utama Polda Lampung. 

Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto, dalam sambutannya menyampaikan, menegaskan kepada jajarannya  agar mengedepankan sisi humanis  pada Operasi Patuh Krakatau di seluruh Lampung selama 14 hari hingga 3 Oktober 2021 ini dengan tetap menerapkan  protokol kesehatan 5M", hal tersebut disampaikan Wakapolda Lampung saat wawancara usai menjadi Irup di Lapangan Saburai.

"Kita menghimbau Kepada pengendara diminta untuk melengkapi surat kendaraan dan menggunakan helm serta memakai masker.

Operasi Patuh Krakatau ini dilaksanakan secara serentak di seluruh  jajaran  dengan mengedepankan preventif, edukatif, persuasif simpatik dan humanis kepada seluruh pengendara", ujar Subiyanto. 

"Dalam Operasi Patuh Krakatau 2021, memang yang dikedepankan adalah Fungsi Lalu Lintas, tapi kita juga melibatkan unsur  TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya, karena di masa pandemi ini wabah Covid-19 masih ada, kalau dulu sebelum pandemi cara bertindak kita berbeda, saat ini kita tidak mengedepankan refresif, tetapi lebih Mengedepankan preventif dan preemtive, dengan cara edukatif dan persuasif pada masyarakat, ini semata mata untuk memutus penyebaran mata rantai penyebaran virus covid-19", tutup Subiyanto. [Sur]

Posting Komentar

0 Komentar