Kabareskrim Polri Mengingatkan, Reserse Tidak Mencari-Cari Kesalahan Orang Kabareskrim Polri Mengingatkan, Reserse Tidak Mencari-Cari Kesalahan Orang
Portal Garis Komando (gariskomando.com) adalah website Pemberitaan (News) yang dikemas secara umum namun didominasi dengan berita TNI/Polri. | Portal Garis Komando berdasarkan ide demi meningkatkan citra baik TNI/Polri dan mewujudkan kepuasan Masyarakat terhadap TNI/Polri. | KAMI JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN RILIS BERITA, ARTIKEL, PROFIL, CERITA, DAN LAIN SEBAGAINYA DENGAN HARGA VARIATIF. SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0896 1900 1005 (TELEPON DAN WHATSAPP).

Kabareskrim Polri Mengingatkan, Reserse Tidak Mencari-Cari Kesalahan Orang


 JAKARTA | Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengingatkan seluruh jajarannya bahwa reserse adalah alat negara penegak hukum untuk menciptakan keadilan dan ketertiban di masyarakat. Komjen Agus menyampaikan pesan itu pada kegiatan Commander Wish Kabareskrim Polri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/3).

Dalam kesempatan itu Komjen Agus meminta jajarannya siap memprediksi yang akan terjadi di lapangan dan mengambil tindakan secara bijaksana.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu juga juga memerintahkan jajarannya bertindak profesional dan tidak mencari-cari kesahalan, terutama di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada banyak sektor kehidupan.

"Jangan sampai inovasi-inovasi masyarakat dimatikan oleh penyidik di wilayah, hindari dan kurangi dulu, jangan sampai masyarakat mendapatkan pendapatan di tengah pandemi itu direcoki,” ujar Komjen Agus dalam keterangannya. Menurut Agus, reserse harus menjadi bagian yang memberi solusi bagi masyarakat, bukan menjadi beban masyarakat.

“Karena yang diperangi adalah perbuatannya, bukan orangnya. Buat cara bertindak sesuai dengan situasi pandemi Covid-19,” tegas jenderal bintang tiga ini. Agus juga mengatakan, tujuan penegakan hukum ialah demi terciptanya ketertiban di masyarakat dan bukan sebaliknya. Selain itu, penegakan hukum juga bertujuan menghadirkan rasa keadilan.

Menurutnya, apabila penegakan hukum justru menimbulkan ketidaktertiban, sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Dia juga meminta penyidik membuka ruang mediasi seluas-luasnya.

"Hukum dibuat itu harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dan menimbulkan keadilan hukum. Bila korban mencabut laporan, segera hentikan,” tandas Agus. | Je

Posting Komentar

0 Komentar